TEMILREG 2025 & MILAD ForSEBI Ke-23

Yogyakarta – Dalam rangka memperingati Milad ke-23, Forum Studi Ekonomi dan Bisnis Islam (ForSEBI) berkolaborasi dengan FoSSEI Regional Yogyakarta menyelenggarakan Temu Ilmiah Regional (TEMILREG) pada Juli 2025. Mengusung tema “Resilience of Multi-Sector Through Technology Transformation to Strengthen Inclusive and Sustainable Islamic Economic Growth”, kegiatan ini dirancang untuk memperkuat peran strategis generasi muda dalam membangun ekosistem ekonomi Islam yang berdaya saing di era digital.

Acara ini merupakan ajang konsolidasi pemikiran dan refleksi bersama, sekaligus upaya menjawab tantangan zaman melalui pendekatan teknologi yang selaras dengan nilai-nilai Islam. Diselenggarakan selama dua hari, kegiatan ini menjadi forum bertemunya mahasiswa, akademisi, serta praktisi ekonomi Islam dari berbagai perguruan tinggi di Yogyakarta.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dr. Ibi Satibi, S.H.I., M.Si., selaku Wakil Dekan III FEBI UIN Sunan Kalijaga, pada Sabtu, 14 Juli 2025. Dalam sambutannya, Dr. Ibi menekankan pentingnya kolaborasi lintas elemen dalam menghadirkan solusi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di tengah kompleksitas global saat ini.

Hari pertama diisi dengan penyisihan lomba seperti Business Plan, Karya Tulis Ilmiah, dan Sharia Policy Case Study, yang mendorong mahasiswa untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menyikapi isu ekonomi Islam. Selain itu, Diskusi Regional juga digelar sebagai ruang pertukaran gagasan lintas kampus yang memperkuat konektivitas dan wawasan keilmuan peserta. Dr. Sunaryati, S.E., M.Si., Wakil Dekan I FEBI, turut memberikan pandangan penting terkait penguatan peran akademik dan pentingnya riset kolaboratif dalam membentuk karakter mahasiswa ekonomi Islam yang progresif.

Sebagai pembicara utama, Dr. Abdur Rozaki, S.Ag., M.Si. (Wakil Rektor III UIN Sunan Kalijaga) menyoroti perlunya model ekonomi alternatif berbasis nilai Pancasila dan Islam di tengah krisis ideologi global. Ia menegaskan bahwa transformasi teknologi perlu diseimbangkan dengan pendekatan etika agar tercipta keadilan sosial dan keberlanjutan ekonomi.

Sementara itu, Ketua Umum ForSEBI, Muhamad Nurfauzi, mengajak seluruh pengurus dan peserta untuk memperkuat kapasitas riset, membangun jejaring strategis, serta mengambil peran sebagai agen perubahan dalam mendorong tumbuhnya ekonomi Islam berbasis nilai-nilai transformatif.

Pada hari kedua, acara dilanjutkan dengan Seminar Nasional yang menghadirkan dua narasumber inspiratif: Rika Fatimah P.L., S.T., M.Sc., Ph.D. (Ketua Departemen Industri Halal MES DIY) dan Tasya Kurnia (Analis OJK Bidang Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah). Keduanya membahas isu-isu krusial seputar perkembangan industri halal dan strategi peningkatan literasi ekonomi syariah di tengah derasnya arus digitalisasi. Acara ditutup dengan final Diskusi Regional serta pengumuman pemenang lomba, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi intelektual peserta.

TEMILREG kali ini dihadiri oleh delegasi dari berbagai kampus di Yogyakarta, antara lain UGM, UNY, UMY, UII, Universitas Alma Ata, STIE Hamfara, dan perguruan tinggi lainnya. Kegiatan ini membuktikan bahwa sinergi lintas kampus dapat menjadi kekuatan besar dalam membangun ekosistem ekonomi Islam yang inklusif, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Liputan Terkait